landasan neurologis pada bahasa



Nama : Endah Suprihatin
NIM  : 2303412014
Resuma bab 9: landasan neurologis pada bahasa
Pengantar
Perkembangan bahasa manusia terkait erat dengan perkembangan biologisnya. Pertumbuhan bahasa pada manusia mengikuti jadwal perkembangan genetuknya sehingga munculnya suatu unsur bahasa tidak dapat dipaksakan.
Selain antara bahasa dan faktor biologis, bahasa juga terkait erat dengan otak manusia.
1.    Evolusi otak manusia
Evolusi otak dari primat Austrolopithecus sampai dengan manusia masa kini telah berlangsung sekitar 3 juta tahun. Hal ini terlihat dari ukuran otak yang membesar dari 400 miligram.
Dari munculnya homo erectus sampai dengan adanya homo sapiens pada sekitar 1.7 juta tahun yang lalu ukuran otak telah berkembang hampir dua kali lipat, dari 800 miligram sampai 1.500 miligram.
                Perkembangan otak ini dapat di bagi menjadi menjadi empat tahap :
a.       Tahap perkembangan ukuran            
b.      Adanya perubahan reorganisasi pada otak tersebut
c.       Munculnya sistem fiber yang berbeda-beda pada daerah-daerah tertentu
d.      Munculnya dua hemisfir yang asimitris
2.    Otak manusia vs otak binatang
Manusia berbeda dari binatang karena struktur dan organisasi otaknya berbeda.
A.      Otak manusia
Dari segi ukuranya berat otak manusia antara 1 sampai 1,5 kilo gram. Untuk ukuran orang barat, ini hanyalah 2% dari berat badanya, untuk manusia Indonesia mungkin kurang dari itu.
        Seluruh system saraf kita terdiri dari dua bagian utama :
a.       Tulang punggung yang berderetan dan bersambung-sambungan.
b.      Otak
Otak terdiri dari dua bagian :
·         Batang otak (brain stem)
·         Korteks serebal (cerebral cortex)
Batang otak terdiri dari bagian-bagian yang di namakan medulla, pons, otak tengah, dan cerebellum. Bagian-bagian ini berkaitan dengan fungsi fisik tubuh, termasuk pernafasan, detak jantung, gerakan dll.
Korteks serebal manusia terdirin dari dua bagaian : hemisfir kiri dan kanan. Kedua hemisfir ini di hubungkan oleh sekitar dua ratus juta fiber yang di namakan korpus kalosum( corpus callosum).

B.      Otak binatang
Evolusi otak pada manusia dan pada mahluk lain berbeda. Pada mahluk seperti ikan, tikuks dan burung. Pada mahluk lain seperti simpanse dan gorilla juga tidak terdapat daerah-daerah yang dapat di pakai untuk memproses bahasa.
3.    Kaitan otak dengan bahasa
Otak memegang peran yang dangat penting dalam bahasa.
Apabila input yang masuk adalah dalam bentuk lisan, maka bunyi-bunyi itu di tanggapi di lobel temporal, khususnya oleh korteks primer pendengaran. Bila input yang masuk bukan dalam bentuk lisan, tetapi dalam bentuk tulisan, maka jalur memprosesnya agak berbeda.
4.    Peran hemisfer kiri dan hemisfer kanan
Pada saat manusia di lahirkan, pada kedua hemisfir itu belum ada lateralisasi yakni belum ada pembagian tugas. Hal ini terbukti dengan adanya kasus-kasus di mana sebelum umur belasan tahun, anak yang cerdas hemisfir karirnya dapat memperoleh bahasa seperti anak yang normal. Hal ini yang menunjukkan bahwa hemisfir kananpun mampu untuk melakukan fungsi kebahasaan.
 Dari gambaran ini tampak bahwa hemisfir kanan juga mempunyai peran bahasa, tetapi memang tidak sensitive seperti hemisfir kiri. Namun demikian tetap saja hemisfir kanan memegang peran yang cukup penting.
5.    Gangguan wicara
Apabila aliran darah pada otak yang cukup, atau ada penyempitan pembuluh darah atau gangguan lain yang menyebabkan jumlah oksigen yang di perlukan berkurang, maka akan terjadi kerusakan pada otak. Penyakit yang di sebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, tersumbatnya pembuluh darah, atau kurangnya oksigen pada otak atau stroke
A.      Macam macam afasia          
a. Afasia Broca : kerusakan (lesion).
b.  Afasia Wernicke (bagian belakang dari lobe temporal)
c. Afasia Anomik (bagian depan dari lobe parietal/batas antara lobe parietal  dengan lobe temporal).
d.  Afasia Global (kerusakan terjadi tidak pada satu daerah saja tetapi beberapa daerah lainya)
e.  Afasia Konduksi (conduction aphasia) bagian otak yang rusak adalah fiber-fiber yang ada pada fasikulus arkuat yang menghubungkan lobe frontal dengan lobe temporal.
B.      Akibat lain dari stroke
                                       i.     Penderita apraksia (apraxia), : tidak dapat melakukan gerakan-gerakan tertentu.
                                     ii.     Penderita ataksia (ataxia), : kehilangan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan muskuler yang volunteer.
                                   iii.     Penderita anterograde amnesia : mengalami kerusakan pada bagian otak yang di namakan hippocampus. Kerusakan  ini menyebabkan tidak mampu menyimpan informasi. Kerusakan pada hippocampus juga menyebabkan retrograde amnesia, yakni penyakit yang membuat tidak bisa mengingat kejadian masa lalu, stroke juga dapat menyebabkan penyakit prosopagnosia, yakni ketidak mampuan untuk mengenali wajah.
6.    Hipotese umur kritis
Sebelum mencapai umur belasan tahun, anak mempunyai kemampuan untuk memperoleh bahasa manapun yang di sajikan padanya secara natif. Gejala ini di nyatakan dalam hipotese yang bernama hipotese umur kritis (critical age hypothesis) yang di ajukan oleh lenneberg.
Hipotese Umur Kritis banyak di perbincangkan orang dan di anut banyak orang. Namun demikian adapula yang menyanggahnya. Seperti Krashen, dia beranggapan bahwa lateralisasi itu sudah terjadi jauh lebih awal, yakni sekitar umur 4-5 tahun.
 Dari penelitian yang ada bahwa hemisfir kiri lebih banyak terlibat pada orang yang bilingual sejak kecil dari pada yang bilingual setelah dewasa.
7.    Kekidalan dan kekinanan
Manusia ada yang kidal dan ada yang kinan. Sementara itu ada pula orang yang mampu menggunakan tangan kiri atau kananya secara imbang. Orang semacam ini di namakan ambidekstrus. Dalam masyarakat yang berbudaya seperti ini orang umumnya menghalangi anak untuk menjadi kidal padahal masalah kekidalan dan kekinanan sebenarnya masalah genetic
8.    Otak pria dan otak wanita
Perbedaan otak pria dengan wanita terletak pada bentuknya. Yakni, hemisfir kiri pada wanita lebih tebal dari pada hemisfir kanan. Keadaan seperti inilah yang menyebabkan kelas bahasa umumnya di dominasi oleh wanita. Mengenai otak pria dan otak wanita ini ada kecenderungan yang lebih besar bagi wanita untuk dapat sembuh dari penyakit afasia dari pada pria.
9.    Bahasa sinyal
Bahasa ini mempergunakan tangan dan jari-jari untuk membentuk kata dan kalimat.
Bahasa sinyal itu sendiri ada beberapa macam, di antaranya adalah bahasa Sinyal Amerika dan bahasa Sinyal Inggris.
Pengguna bahasa sinyal memakai hemisfir kiri untuk bersinyal, kalau yang rusak adalah henisfir kanan, pada umumnya tidak akan terjadi gangguan.
10. Metode penelitian otak
Ada beberapa cara meneliti otak manusia di antaranya :
                                  i.     Melakukan operasi setelah pasienya meninggal.
                                ii.     Melakukan pemisahan hemisfir kiri dan kanan untuk mengobati penyakit epilepsi pada saat pasienya masih hidup.
                              iii.      Mengoperasi pasien  hanya dengan anastesi lokal sehingga pasien itu masih sadar.
        Kemajuan teknologi telah membuat penelitian mengenai otak lebih maju. CT atau CAT scan (Computerized Axial Tomographi) memanfaatkan sumber sinar X untuk merekam berbagai imaji oleh computer kemudian di bentuk imaji tiga dimensi dari sebagian atau seluruh otak. Berbeda dengan CAT, positron emission tomography (PET), dapat mempertunjukkan kegiatan otak secara langsung. Bahan yang berisi radioaktif ringan di suntikkan ke pembuluh darah dan kemudian pola aliran darah pada otak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikolinguistik: Penyimpanan dan Retrieval Kata

Psikolinguistik: Produksi kalimat

analisis novel Memoar Dokter Perempuan karya Nawal El Sadawi dengan pendekatan sosiologi sastra