Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Rasionalitas Cinta

Zidna anfi'atul ilma. Ibu bapakku menyematkan nama itu padaku 25 tahun yang lalu. Kamu tau, aku beruntung mendapatkan nama itu. Nama yang cantik. Zidna: perpaduan fi'il amr zid yang artinya tambahkanlah dan dzamir muttasil na yang berarti kami. Anfi'atul ilma: perpaduan kata anfi'atun yang berarti bermanfaat dan kata al ilma yang berarti ilmu. Zidna anfi'atul ilma secara keseluruhan berarti tambahkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat. Nama yang indah bukan? Ya, aku tau apa yang kalian pikirkan, aku sangat beruntung bisa mendapatkan nama itu. "mba, besok aku mau pake kemeja biru muda ke kantor. Tolong disiapkan yah.." kata seorang pria berperawakan tinggi putih ganteng dan ... sixpack. "iya dek, nanti mba siapkan. Besok mau bawa bekal apa?" sahutku kemudian. "apapun tak apa mba. Aku selalu suka masakan mba. Selalu enak. mba hari ini gimana pekerjaan mba di sekolah?" tanyanya lagi. "alhamdulillah lancar dek. Masih sibuk...

Luruh

Hujan. Aku tak menyukai hujan. Bukan..bukan karena aku jatuh cinta di saat hujan. Kebanyakan wanita menyukai atau membenci hujan karena mereka jatuh cinta saat hujan. Sehingga saat tetes-tetes air itu menghujam bumi, meraka akan terkenang masa-masa jatuh cinta itu. Saat cinta itu masih bersemi dan tumbuh, yang terkenang adalah sebuah memory indah, tapi saat cinta itu tak lagi ada, maka yang tertinggal hanya memory menyakitkan yang tak terperikan. Ya, hujan memang memiliki makna tersendiri bagi masing-masing orang. Pun hujan bagiku memiliki makna yang lain. Aku tak menyukai hujan, karena hujan selalu mengingatkanku pada wanita itu...dan segala kenangan tentang wanita itu bersama pria yang sangat kucintai. Hujan. Jika boleh aku meminta, aku tak ingin menyaksikannya lagi. "intan, kami akan menikah Senin depan. Maafkan kakak, kakak tau akan menyakitkan memberitahumu kabar ini. maafkan kakak, intan. Tapi bukankah akan lebih menyakitkan saat kakak menikah tanpa memberi tahu sepa...