Psikolinguistik: Produksi kalimat



Nama  : Endah Suprihatin
NIM     : 2303412014
Resume bab VI:  Produksi kalimat
Pengantar
Ujaran diproses melalui tiga tahap: konseptualisasi, formulasi dan artikulasi ( Meyer: 2000: 49;Reolos 2000: 71-73)
1.      Tahap konseptualisasi yaitu tahap dimana pembicara merencanakan struktur konseptual yang akan disampaikan.
2.      Tahap formulasi yaitu tahap dimana lema yang cocok diretrif dari leksikon mental kita dan kemudian diberi kategori dan struktur sintaktik serta afiksasinya.
3.      Tahap artikulasi yakni tahap dimana kerangka serta isi yang sudah jadi itu diwujudkan dalam bentuk bunyi.
Dalam bab 6 ini akan membahas bagaimana kalimat dalam ujaran itu diwujudkan dalam bentuk bunyi. Mempelajari proses produksi kalimat dilakukan dengan cara tidak langsung dengan cara observasi kalimat yang diujarkan, yaitu dengan mempelajari dimana ia senyap, ragu, serta kesalahan-kesalahan apa yang dibuat oleh pembicara ini.
A.      Senyapan dan kilir lidah
Cara untuk menyimpulkan proses mental yang terjadi pada waktu kita berujar ada dua macam yaitu senyapan (pause) dan kekeliruan (errors). Kekeliruan itu sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu kekeliruan karena kilir lidah dan kekeliruan karena pembicara menerita afasia.
A.1. Senyapan (pauses)
Senyapan terjadi karena pembicara bertutur dengan dibarengi berfikir. Sehingga semakin sulit topik yang dibicarakan semakin sulit maka semakin banyak senyapan yang muncul.
A.1.a. Macam senyapan
v  Senyap karena si pembicara telah terlanjur mulai dengan ujarannya, tetapi sebenarnya dia belum siap untuk seluruh kalimat itu.
v  Senyap yang terjadi karena dia lupa kata-kata yang diperlukan.
v  Senyap yang terjadi karena berhati-hati dalam memilih kata agar dapaknya pada pendengar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
A.1.b. Letak Senyapan
Senyapan tidak terjadi di sembarang tempat. Dimana persisnya, para ahli belum sepakat. Namun beberapa ahli menyebutkan bahwa senyapan terjadi pada tiga tempat yaitu jeda gramatiakal, batas konstituen yang lain dan sebelum kata utama pertama dalam konstituen.
A.2. Kekeliruan.
Kekeliruan dalam wicara dapat disebabkan oleh kilir lidah dan afasia.
A.2.a. Kilir Lidah
Kilir Lidah yaitu suatu fenomena dalam produksi ujaran dimana pembicara terkilir lidahnya sehingga kata-kata yang diproduksi bukanlah kata yang dimaksudkan.
Kekeliruan asembling yaitu bentuk kekeliruan dimana kata-kata yang dipilih sudah benar namun asemblingnya keliru.
A.2.b. Afasia
Afasia adalah suatu penyakit wicara dimana orang tidak dapat berbicara dengan baik karena adanya penyakit pada otaknya.
A.3. Unit-unit pada kilir lidah
B.      Lupa-lupa ingat atau latah
Lupa-lupa ingat merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak ingat sepenuhnya akan suatu kata yang mungkin suah lama tidak dipakai. Pola lupa-lupa ingat yaitu jumlah suku kata selalu benar,  bunyi awal dan bunyi akhir juga benar, dan hasil akhir dari kekeliruan itu mirip dengan kata yang sebenarnya.
Latah adalah suatu tindak kebahasaan dimana seseorang waktu terkejut atau dikejutkan mengeluarkan kata-kata secara spontan dan tidak sadar dengan apa yang dikatakannya. Ciri-ciri latah yaitu konon hanya terjadi di asia tenggara, pelakunya hampir semua wanita, kata-kata yang dikeluarkan umunya berkaitan dengan seks, dan kala kejutannya berupa kata, maka si latah juga bisa hanya mengulang kata itu saja.
C.      Proses pengujaran
Langkah-langkah dalam proses pengujaran:
a.       Peretrif lema menerima konsep kata sekaligus memunculkan pula kategori sintaktik “nomina”, gender tak netral, dan bentuk tunggal.
b.       Kemudian berkas utu dikirim ke word form endconding
c.       Pada tahap phonological endconding, morfem ini diwujudkan bunyi-bunyinya suku katanya bagaimana, dan tekanan katanya bagaimana.
d.       Hasil phonological endconding ini dikirim ke bagian phinetic endconding untuk diproses fitur-fitur fonetiknya.
e.       Hasilnya dikirim ke tahap akhir yaitu program artikulasinya.
D.     Artikulasi kalimat
Setelah kalimat selesai diproses dan siap diujarkan maka bagian otak yang bertanggung jawab mengenai pengujaran yakni daerah broca memerintahkan korteks motor untuk mulai bekerja. Korteks motor adalah sebuah jalur di otak yang mengendalikan lidah, rahang, gigi, pita suara, dan mekanime wicara lainnya.
E.       Bagaiman kekeliruan terjadi
Kekeliruan dapat terjadi karena kecepatan ujaran dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikolinguistik: Penyimpanan dan Retrieval Kata

analisis novel Memoar Dokter Perempuan karya Nawal El Sadawi dengan pendekatan sosiologi sastra