Pelaksanaan Tindak Ujaran
Nama :
Endah Suprihatin
NIM :
2303412014
Mata Kuliah : Psikolinguistik
Resume bab 4 : Pelaksanaan Tindak Ujaran
1.
Pengantar
Namun tidak
semua kalimat yang di ujarkan membutuhkan tindakan. Ada kalanya kalimat hanya
membutuhkan pemahaman belaka. Pemahaman terbagi atas dua bagian yaitu pemahaman
untuk memahami makna ujaran dan pemahaman untuk melaksanakan makna ujaran
tersebut.
2.
Tujuan
ujaran
Setiap ujaran
pasti memiliki tujuan. Tujuan ujaran berbeda-beda bergantung ada jenis
ujarannya. Ujaran mengandung tiga unsur yaitu tindak ujaran, muatan proposisi,
dan muatan tematik
a.
Tindak
ujaran
Searle mambagi ujaran menjadi 5 kategori yaitu representatif,
direktif, komisif, ekspresif dan deklarasi.
b.
Muatan
proposisi
Pada muatan proposisi pendengar meramu satu proposisi dengan
proposisi yang lain, makin lama makin meninggi sehingga terbentuklah suatu
pengertian yang menyeluruh dari proposisi-proposisi tersebut.
c.
Muatan
tematik
Muatan tematik merujuk pada pengertian akan adanya dua macam
informasi dalam kalimat yakni informasi lama dan informasi baru.
Berikut ini skema unsur-unsur komunikasi:

3.
Langkah
umum dalam pelaksanaan ujaran
Langkah apa
yang kemudian dilaksanakan oleh pendengar setelah memahami suatu ujaran
tergantung pada macam ujaran yang didengar. Bila ujaran tersebut berupa ujaran
representatif : ujaran ini tidak menuntut adanya tindakan. Setelah memahami
ujaran maka kita menyimpan informasi itu. Dan informasi itu akan muncul pada
saat dibutuhkan. Bila ujaran itu berupa pertanyaan, maka tindakan pendengar
setelah memahami ujaran pertanyaan tersebut adalah menjawab pertanyaan itu.
Bila ujaran itu berupa perintah, maka tindakan pendengar adalah melaksanakan
perintah tersebut.
4.
Pelaksanaan
ujaran
a.
Pelaksanaan
ujaran representatif: menghimpun muatan proposisi dan memahami mana yang
merupakan informasi lama dan informasi baru, juga mencari mana yang argumen dan
mana yang predikasi dsb.
b.
Pelaksanaan
ujaran direktif
Tidakan ujaran direktif dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu
b.1. pelaksanaan untuk pertanyaan ia/tidak
b.2. pelaksanaan untuk pertanyaan mana/apa
b.3. pelaksanaankalimat perintah.
kalimat perintah umumnya
mewakili tindak ujaran direktif yang langsung. Pada umunya respon terhadap
tindak ujaran ini berupa perbuatan untuk melakukan sesuatu.
c.
pelaksanaan
tindak ujaran komisif
tindak ujaran komisif berbeda dengan tindak ujaran direktif hanya
dalam arahnya-direktif kepada si pendengar, komisif kepada diri si pembaca.
d.
Pelaksanaan
tindak ujaran ekspresif
Karena tindak ujaran ekspresif menyatakan keadaan psikologis
seseorang, maka pelaksanaannyapun berupa perbuatan, khususnya perbuatan fisik.
e.
Pelaksanaan
tindak ujaran deklarasi
Karena dalam tindak ujaran ini memerlukan adanya syarat kelayakan,
agar kalimat yang diucapkan itu bermakna, maka langkah tambahan dalam memahami
dan kemudian melaksanakan ajaran ini adalah untuk meyakinkan diri bahwa si
pembicara itu memang mempunyai wewenang untuk mengatakan apa yang dia katakan.
5.
Pelaksanaan
ujaran tak langsung
Ujaran tak
langsung berarti apa yang dikatakan dengan apa yang dimaksud tidak sama. Ujaran
ini lebih sukar untuk dilaksanakan karena ada satu fase tambahan yang harus
dilalui yakni fase untuk mentransfer dari makna literal ke makna yang tak
langsung ini.
a.
Prinsip
kooperatif
Prinsip ini memberikan landasan mengapa manusia dapat saling
berkomunikasi. Landasan ini disebut maksim
·
Maksim
kuantitas
·
Maksim
kualitas
·
Maksim
hubungan
·
Maksim
cara
b.
Pelaksanaan
ujaran dan prinsipel kooperatif
Kaitan antara prinsipel kooperatif di satu pihak dengan pelaksanaan
ujaran di pihak lain adalah bahwa dalam berbahasa orang tidak selamanya
menyatakan apa yang dimaksud secara rinci dan eksplisit.
c.
Langkah-langkah
dalam pelaksanaan ujaran tak langsung
·
Menentukan
makna yang langsung terlebih dahulu
·
Tentukan
apakah makna langsung ini yang dimaksud
·
Bila
bukan, tentukan makna tak langsungnya dengan memperhatikan prinsipel kooperatif
dan aturan percakapan yang lain
·
Ambillangkah
untuk melaksanakan tindak ujaran ini sesuai dengan makna yang ditentukan pada
poin ke tiga.
Komentar
Posting Komentar