Landasan Biologis pada Manusia
Nama : Endah Suprihatin
NIM : 2303412014
Mata
Kuliah: Psikolinguistik
Resume:
Bab VIII Landasan Biologis pada Manusia
Pengantar
Salah
salah satu topik utama yang di bahas dalam psikolinguistik adalah landasan
biologis yang membuat manusia dapat berbahasa. Sehingga pada bab ini di bahas
adalah faktor biologis yang menyebabkan manusia dapat berbahasa.
1.
Perkembangan Alat Ujaran
Alat ujaran berkembang seiring dengan perkembangan
evolusi. Dilihat dari perkembangannya, manusia memiliki pertumbuhan yang paling
belakang dan paling sempurna.
Dimulai dari munculnya makhluk hidup pertama yaitu
organisme multiseluler yang muncul 3.000 juta tahun yang lalu.

2.
Struktur mulut manusia vs binatang
Primata yang paling dekat persamaannya dengan manusia
yaitu gorila atau simpanse. Meskipun keduanya mirip, tetap saja ada perbedaan
antara keduanya yaitu keampuan mereka berkomunikasi dengan bahasa. Perbedaan
ini bersifat genetik. Artinya manusia dapat berbahasa sedangkan simpanse tidak
karena komposisi genetik keduanya berbeda.
Karakteristik alat ujaran simpanse:
1.
Memiliki lidah yang tipis dan panjang, namun semuanya ada
di dalam rongga mulut.
2.
Ukuran mulut yang sempit.
3.
Letak laring dekat dengan jalur udara ke hidung.
4.
Epiglotis dan velum membentuk kelep yang kedap air.
Karakteristik alat ujaran pada manusia:
1.
Rongga mulut yang kecil namun proporsional.
2.
Lidah lebih tebal sehingga mudah digerakkan.
3.
Letak lidah lebih menjorok sedikit ke tenggorokan
sehingga mamungkinkan untuk digerakkan dan bersifat fleksibel.
4.
Letak laring dan epiglotis terdorong ke bawah sehingga
letaknya jauh dari mulut.
Dari segi biologis, alat pernafasan manusia memang
ditakdirkan untuk menjadi primata yang dapat berbicara.
3.
Kaitan biologi dan bahasa
Disamping karena sturktur biologi manusia yang
memungkinkan manusia dapat berbahasa, bahasa juga terkait dengan biologi dari
segi lain.
Tahap perkembangan bahasa manusia seiring perkembangan
biologisnya seperti berikut ini:

Manusia
dapat menguasia bahasa secara natif hanya kalu prosesnya dilakukan antara umur
tertentu yakni antara umur 2 sampai sekitar 12 tahun. Diatas umur 12 tahun,
orang tidak akan dapat menguasai aksen bahasa tersebut secara sempurna.
Komentar
Posting Komentar