Resume: Pengertian dan sejarah psikolinguistik

Nama               : Endah Suprihatin
NIM                : 2303412014
Mata kuliah     : Psikolinguistik
Resume
1.      Pengertian dan sejarah psikolinguistik.
       Secara etimologi, psikolinguistik berasal dari kata psiko dan linguistik yang berarti ilmu yang mempelajari proses-proses mental yang dilalui oleh manusia dalam berbahasa.
       Psikolinguistik merupakan gabungan dari 2 disiplin ilmu yaitu psikologi dan linguistik. Benih ilmu ini sudah ada sejak abad 20-an, yaitu ketika seorang psikolog jerman, Wilhelm Wundt menyatakan bahwa bahasa dapat di jelaskan dengan dasar prisip-prinsip psikologis (kess, 1992).
       Perkembangan ilmu ini di bagi menjadi 4 tahap, yaitu,
a)      Tahap Formatif
Pada tahap ini muncul gagasan adanya hibridisasi ilmu psikologi dan linguistik. Gagasan ini dikemukakan oleh John W. Gardner pada abad ke-20-an. Kemudian pada tahun 1951, John B. Caroll menyelenggarakan seminar di universitas cornell untuk merintis keterkaitan antara kedua ilmu tersebut. Setelah adanya seminar ini kemudian diadakan pertemuan di universitas indiana pada tahun 1953. Kemudian muncullah berbagai pertemuan dan penelitian.
b)      Tahap linguistik
Perkembangan linguistik yang tadinya berorientasi pada behaviorisme beralih ke mentalisme. Yaitu mengkaji bagaimana proses pemerolehan bahasa bagi anak-anak di seluruh dunia. Pengkajian ini di dukung oleh ilmu neurolinguistik dan biolinguistik. Dari berbagai penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa bahasa adalah unik untuk manusia dan hanya manusialah yang dapat berbahasa.
c)      Tahap kognitif
Pada tahap ini psikolinguistik mulai mengarah pada peran kognitif dan landasan biologis manusia dalam pemerolehan bahasa.
d)     Tahap teori psikolinguistik
Pada tahap ini psikolinguistik tidak lagi berdiri sebagai ilmu yang terpisah dari ilmu-ilmu yang lain karena pemerolehan bahasa dan penggunaan bahasa manusia menyangkut banyak cabang ilmu pengetahuan lain. Psikolinguistik tidak lagi terdiri dari psiko dan linguistik saja tetapi menyangkut ilmu-ilmu lain sepeti neurologi, filsafat, primatologi dan genetika.
2.      Kodrat dan definisi bahasa
       Bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.
       Kodrat bahasa manusia yang membedakannya dengan bahasa makhluk selain manusia, yaitu:
a)      Bahasa manusia memiliki ketergantungan stuktur
b)      Bahasa dan pemakai bahasa itu kreatif
c)      Bahasa dapat dipakai untuk mengungkapkan situasi atau peristiwa yang sudah lampau atau yang belum terjadi dan bahakan untuk sesuatu yang di bayang-bayangkan.
d)     Bahasa memiliki struktur ganda yaitu struktur batin dan struktur lahir
e)      Bahasa itu diperoleh secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain
f)       Hubungan antara kata dengan benda, perbuatan atau keadaan yang di rujuknya itu bersifat arbitrer.
g)      Bahasa memiliki pola dualitas, artinya bunyi-bunyiitu sendiri tidakmempunyai makna dan barumempunyai makna setelah bunyi-bunyi iu kita gabungkan.
h)      Bahasa memiliki sematisitas, artinya bahwa begitu kita suatu nama di berikan maka nama itu akan selalu merujuk kepada konsep benda itu, meskipun bena itu sebenarnya tidak memenuhi syarat untuk nama itu.
3.      Komponen bahasa dan pragmatik
       Bahasa memiliki 3 komponen yaitu sintaktik, fonologi dan semantik.
a)      Komponen sintaksis yaiu mengenai hal yang berkaitan dengan kata, frasa dan kalimat.kajian tentang kata pada umumnya di kaji dalam tataran morfologi. Morfologi telah mendapatkan tempat sebagai sub-ilmu tersendiri, namun dalam kaitannya dengan komponen bahasa, sub-ilmu inimasih di masukkan sebagai bagian dari komponen sintaksis.
b)      Komponen fonologi bersifat interpretif. Komponen ini mengkaji tentang bunyi. Dalam komponen fonologi tidak hanya menginventarisasi jumlah dan macam bunyi yang  ada pada suatu bahasa tetapi juga bagaimana bunyi-bunyi tadi membentuk suatu sistem dalam bahasa tersebut.
c)      Komponen semantik juga bersifat interpretif. Komponen ini mengkaji tentang makna. Dalam komponen ini bahasa tidak hanya diberi makna seperti yang terdapat dalam kebanyakan kamus, tetapi huga di beri rincian makna yang disebut fitur semantik.

       Pragmatik bukanlah suatu komponen dalam bahasa, ia hanyalah memberikan perspektif. Pragmatik sering kali dikacaukan dengan semantik. Karena keduanya sama-sama mengkaji tentang makna. Namun  jika kita amati lebih lanjut maka kita akan tahu perbedaannya yaitu bahwa semantik mengkaji makna tanpa didasari konteks sedangkan pragmatik mengkaji makna berdasarkan konteks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikolinguistik: Penyimpanan dan Retrieval Kata

Psikolinguistik: Produksi kalimat

analisis novel Memoar Dokter Perempuan karya Nawal El Sadawi dengan pendekatan sosiologi sastra