resume bab 3: Bagaimana Manusia Memahami Ujaran
Nama :
Endah Suprihatin
NIM :
2303412014
Mata kuliah : psikolinguistik
Resume bab 3
Bagaimana Manusia Memahami Ujaran
Pengantar
·
Komprehensi
yang berkaitan dengan pemahaman atas ujaran yang kita dengar
·
Komprehensi
yang berkaitan dengan tindakan yang perlu dilakukan setelah pemahaman itu
terjadi.
1.
Struktur
lahir dan struktur batin
Dalam kebanyakan hal makna suatu ujaran dapat dipahami dari urutan
kata yang terdapat pada ujaran tersebut, atau dari ciri-ciri tertentu
masing-masing kata yang dipakai.
Contoh 1 : lelaki tua itu masih bisa bermain tenis.
Kalimat ini dapat dipahami cukup dari kata-kata yang terdengar atau
terlihat olah kita. Siapapun yang mendengar kalimat ini akan memberikan
interpretasi yang sama.
Contoh 2: lelaki dan wanita tua itu masih bisa bermain tenis.
Sedangkan kalimat pada contoh 2 memiliki interpretasi yang berbeda
yaitu apakah lelaki itu juga tua seperti wanita atau hanya wanita sajalah yang
tua sedangkan lelakinya tidak.bila kita menggunakan diagram pohon, frase lelaki
dan wanita tua dapat memiliki 2 bentuk yaitu
a.

b.


Dari contoh diatas tampak bahwa makna suatu kalimat ternyata tidak
hanya ditentukan oleh wujud permukaan yang kita dengar atau lihat saja tetapi
bahkan terutama oleh representasi yang mendasarinya. Dengan kata lain, sebuah
kalimat tidak hanya memiliki struktur lahir tetapi juga struktur batin.
2.
Proposisi
Proposisi
adalah unit-unit makna pada kalimat. Untuk memahami suatu kalimat, kita perlu
memahami proposisi yang dinyatakan oleh kalimat tersebut. Proposisi terdiri
dari dua bagian yaitu
·
Argumen
yaitu ihwal yang dibicarakan
·
Prediksi
yaitu pernyataan yang dibuat mengenai argumen.
|
Kalimat
|
Unit
verbal
|
Nomina
|
|
Marsudi
menyanyi
|
Menyanyi
|
Marsudi
|
|
Santi sakit
|
Sakit
|
Santi
|
|
Sari sedang
menulis tesis
|
Sedang
menulis
|
Sari, tesis
|
|
Agus di
Sumbawa
|
Di Sumbawa
|
Agus
|
|
Fivien
memberi saya kado
|
memberi
|
Fivien, saya,
kado
|
Pada tabel diatas dapat diidentifikasikan bahwa unit verbal adalah
prediksi dan nomina adalah argumen. Preposisi pada umumnya digambarkan dengan
formula x{y,z}. Pengertian tentang
preposisi ini penting untuk komprehensi karena yang kita fahami dari suatu
kalimat sebenarnya adalah proposisi-proposisi itu. Yang sering terjadi pada
manusia adalah bahwa begitu suatu proposisi kalimat dipahami, kata-kata yang
mewakilinya menjadi tidak penting lagi. Kita bahkan sering lupa kata-kata apa
yang persisnya dipakai oleh penutur itu. Jal ini terbukti dengan kenyataan
bahwa kalau kita harus menyatakan proposisi tersebut, belum tentu kita memakai
kata-kata dan urutan yang sama.
3.
Konstituen
sebagai realita psikologis
Dalam analisis bahasa, kita selalu disodori dengan potongan kalimat
menjadi berbagai bagian yang masing-masingnya dinamakan konstituen. Konstituen
bukanlah hanya sekedar potongan kalimat yang sifatnya arbitrer saja. Pemotongan
kalimat menjadi konstituen mempunyai landasan psikologis maupun sintaktik yang
kuat. Pertama konstituen merupakan satu kesatuan yang utuh secara konseptual.
Kedua, pemotongan kata diluar konstituen akan mengganggukomprehensi kita.
Ketiga, yang kita simpan dalam memori kita bukanlah kata-kata yang terlepas
dari konstituennya, tetapi kesatuan makna dari masing-masing konstituen.
4.
Strategi
dalam memahami ujaran
Sala satu faktor yang membantu kita dalam memahami suatu ujaran
yaitu faktor yang berkaitan dengan
pengetahuan dunia. Ada dua strategi dalam memahami ujaran yaitu strategi
sntaktik dan strategi semantik.
·
Strategi
sintaktik.
a)
Setelah kita mengidentifikasi kata pertama
dari suatu konstituen yang kita dengar, proses mental kita akan mulai mencari
kata lain yang selaras dengan kata pertama dalam kostituen tersebut.
b)
Setelah
mendengar kata yang pertama dalam konstituen, perhatikan apakah kata berikutnya
mengakhiri konstruksi itu.
c)
Setelah
kita mendengar suatu verba, carilah macam serta jumlah argumen yang selaras
dengan verba tersebut.
d)
Tempelkanlah
tiap kata baru pada kata yang baru saja mendahuluinya.
e)
Pakailah
kata atau konstituen pertama dari suatu klausa untuk mengidentifikasi fungsi
dari klausa tersebut.
f)
Pada
bahasa tertentu seperti bahasa inggris, afiks juga dapat memberikan bantuan
dalam pemahaman.
·
Strategi
semantik
a)
Pakailah
nalar dalam memahami ujaran
b)
Carilah
konstituen yang memenuhi syarat-syarat semantik tertentu.
c)
Apabila
ada urutan kata N V N, maka N pertama adalah pelaku perbuatan, kecuali ada
tanda-tanda lain yang mengingkarinya.
d)
Apabila
dalam wacana kita temukan pronomina seperti dia, mereka, atau kami, mundurlah
dan cari antesiden untuk pronomina ini.
e)
Informasi
lama biasanya mendahului informasi baru.
5.
Ambiguitas.
Kalimat ambigu
yaitu kalimat yang memiliki makna lebih dai satu.
·
Macam
ambiguatas
Dilihat dari segi unsur leksikal dan struktur kalimatnya,
ambiguitas dapat ibagi menjadi 2 macam yaitu ambiguitas leksikal dan ambiguitas
gramatikal. Ambiguitas leksikal adalah macam ambiguitas yang penyebabnya adalah
bentuk leksikal yang dipakai. Sedangkan ambiguitas gramatikal adalah macam
ambiguitas yang penyebabnya adalah bentuk struktur kalimat yang dipakai.
Ambiguitas gramatikal dapat dibagi lagi menjadi 2 macam yaitu ambiguitas
sementara ( ocal ambiguity) dan ambiguitas abadi (standing ambiguity)
·
Teori
pemrosesan kalimat ambigu
Pada dasarnya ada dua macam teori mengenai pemrosesan kalimat
bermakna ganda.
a)
Garden
Path Teori (GPT)
Teori ini memiliki dua prinsip yaitu minimal attachment danlate
closure principle.
b)
Constraint
satisfaction theory
Model dalam teori ini mengikuti pandangan kaum koneksionis yang
menyatakan bahwa unit-unit pemrosesan awal memiliki kedala daya asosiatif yang
berbeda-beda.
·
Pemrosesan
kalimat non harfiah
Ada tiga tahap dalam pemrosesan ini yaitu
a)
Kita
berikan tanggapan secara harfiah untuk tiap kata yang masuk terlebih dahulu.
b)
Kemudian
kita berikan makna harfiah terhadap kata-kata yang kita dengar itu.
c)
Kemudian
mencari makna lain diluar makna harfiah yang mustahil itu.
·
Pemrosesan
secara sintaktik atau semantik.
Seperti dikatakan sebelumnya ada dua macam pendekatan yang membantu
kita mempersepsi dan memahami ujaran, dan kedua pendekatan ini seolah-olah
merupakan dua kelompok yang berdiri sendiri.
6.
Penyimpanan
kata
Ada 4 tahap
dalam penyimpanan kata yaitu
·
Kita
harus dapat mengidentifikasi apakah kata tersebut termasuk kata dalam bahasa
kita sendiri.
·
Kita
harus mengumpulkan fitur-fitur apa yang secara alami melekat pada benda itu seperti
bentuk fisik, ukurannya, fungsinya, warnanya dan lain sebagainya.
·
Kita
harus membandingkan dengan benda-benda lain yang fitur-fiturnya tumpang tindih
dengan fitur-fitur lain
·
Kita
harus memilih diantara benda-benda yang sama itu mana yang memenuhi semua
syarat.
Pada dasarnya ada dua pandangan mengenai bagaiman kata itu
disimpan. Yang pertama menyatakan bahwa tiap kata disimpan secara utuh sebagai
kata. Yang kedua berpendapat bahwa penyimpanan kata dalam benak kita bukan
berdasarkan kata tetapi pada morfem.
a)
Faktor
yang mempengaruhi akses terhadap kata.
Pada dasarnya retrival kata dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu
· Frekuensi kata. Semakin sering suatu kata dipakai semakin cepat
kita memanggilnya pada saat kita memerlukannya.
· Ketergambaran. Suatu katadapat dengan mudah digambarkan atau
dibayangkan akan lebih mudah dimengerti dan diingat.
· Keterkaitan semantik. Kata tertentu membawa keterkaitanmakna yang
lebih dekat kepada kata tertentu yang lain dan bukan kepada kata tertentu yang
lainnya lagi.
· Kategori gramatikal. Ada kecenderungan bahwa kata-kata disimpan
berdasarkan kategori sintaktiknya.
b)
Teori
tentang makna
Untuk memahami makna ada dua teori yang dpat digunakan yaitu teori
fitur dan teori berdasar pengetahuan. Teori fitur pada dasarnya menyatakan bahwa
kata memiliki seperangkat fitur atau ciri yang menjadi bagian integral dari
kata itu. Fitur yang adapada suatu kata membantu kita mengembangkan intuisi.
Yang kedua yaitu teori berdasar pengetahuan. Teori ini masih bersandar pada
teori fitur, tetapi diperluas. Dalam teori ini tidak hanya fitur yang dilihat
tetapi juga esensi dan konteksnya. Dapat disimpulkan bahwa kata disimpan dalam
benak kita berdasarkan berbagai faktor yaitu berdasarkan keseringannya,
ketergambarannya, kemiripan fonetiknya, kedekatan semantiknya dan karena
kategori sintaktiknya.
Komentar
Posting Komentar