pergi dan berbahagialah

Namaku Zahra. 27 tahun. wanita karir biasa. oh ya. masih lajang.

19 juli 2021 pukul 19.10 WIB. malam ini malam hari raya idul adha.

hpku menerima 1 notif instagram. notif yang berisi follow request dari orang asing yang tak kukenal namanya. profilnya gambar wayang. awalnya kuabaikan saja hingga kulihat di dm ada permohonan chat dari akun itu. singkat saja isinya.

"de"

bahkan tidak layak disebut kalimat. hanya sebuah sapaan. entah siapa yang iseng mengirimi dm seperti itu. aku hanya terpikirkan dua orang dari masa lalu yang memanggilku de. apakah salah satu dari mereka? tapi mungkin saja bukan, mengingat nama akun tersebut bukanlah nama asli orang2 dari masa laluku.

kubalas dm itu, "dalem. sinten nggih?"

keesokan harinya akun tersebut membalas "gimana kabar?"

apakah dia orang gila? dia mengabaikan pertanyaanku dan malah bertanya balik. akhirnya kubalas "baik". sorenya dia membalas lagi "alhamdulillah"

akupun teringat di hari sebelumnya ada akun instagram sebuah instansi yang udah verified alias centang biru follow request akunku. follow requestnya kuterima. namun anehnya setelah itu akun tersebut  langsung unfollow aku. orang gila batinku. ini bukan kejadian pertama. bahkan sebelum idul fitri kemarin sudah dua kali follow request n begitu diterima langsung unfollow. hey ! dasar orang gila batinku.

saat follow request pertama tentu aku langsung melihat2 akun tersebut. mudah saja, dipost yang ditag kepada akun tersebut ada dia. diposting tahun 2019. "oh sudah lama" batinku. aku beranjank ke bagian instagram TV ada juga iklan layanan masyarakat yang dibuat instansinya. ohya dia bekerja di instansi milik pemerintah dibawah kementrian sultan. lagi-lagi disana ada dia.

kenyataan ini tentu saja membuatku suudzon bahwa dia menggunakan akun kantornya untuk urusan pribadi. bodoh sekali. aku ikuti kemauannya. mau follow saya? silakan saja.

tidak bisa kusangkal bahwa aku penasaran. hey, ini orang mau apa?

banyak pikiran berkecamuk dikepalaku.

urusan kami dimasa lalu memang belum selesai. tapi kami memaksanya selesai. sama-sama melarikan diri dari kenyataan, memaksa memulai hidup baru masing-masing. memblokir semua jalan komunikasi dan menganggap semuanya baik-baik saja. senyum bahagia.

dia kakak kelasku di SMA. beda 2 jenjang. kami kenal satu sama lain melalui cerita orang-orang disekitar kami. 2014 mulai ada kontak melalui facebook karena dia ditempatkan di kota yang sama dengan tempatku kuliah. dia mencari tempat kostan. 2015 dia minta pin BB ke temanku di pramuka kampus. kami menjalin komunikasi sejak itu.

kami sama-sama bersalah. saat itu aku memiliki seorang pacar, namun aku tetap menjalin komunikasi dengan dia. begitupun dia saat itu masih belum selesai dengan wanitanya. mereka putus nyambung.

uniknya wanita itu juga kakak kelasku di SMA terpaut 1 tahun. kami dulu sama2 di rohis. jadi memang sudah kenal satu sama lain.

komunikasi kami berjalan lancar. dari awalnya BB berpindah ke whatsapp. hingga setiap malam kami mengobrol lewat telfon. hingga entah bagaimana mengalir begitu saja aku berselingkuh, dan diapun menduakan wanitanya. kami menjalani hubungan sulit. wanitanya tahu kami menjalin hubungan, akupun tidak akur dengan wanitanya.

wanitanya menjelaskan bahwa mereka sudah lama menjalin hubungan, meski putus nyambung mereka masih saling mencintai. bahkan keluarga dia sudah dekat dengan wanita itu. dasar kepala batu, aku tetap bersikeras bersama laki-laki itu.

waktu terus berjalan, dengan tetap telfonan tiap malam. sesekali jalan diakhir pekan. aku memang anak dari desa, bahkan rumahku ditengah hutan. ketika berhadapan dengan lelaki yang mapan berkecukupan, jalan jalan pake mobil dinasnya dia tentu membuatku semakin menempel. pengalaman pertama yang sulit dilupakan. saat itu setiap habis jalan dengan dia pasti malamnya susah tidur. seperti tidak mau mengakhiri hari yang indah bersama dia. gila. dasar perempuan gila.

2016 aku lulus sarjana. hubunganku dengan pacarku renggang karena aku cenderung tidak peduli padanya. kamipun putus. aku semakin yakin menjalin hubungan dengan laki-laki itu. hingga akhirnya aku berani mempublikasikan hubunganku dengan lelaki itu. ditahun itu jugaaku dibawa ke rumahnya untuk diperkenalkan dengan ayah ibunya. namun ayahnya memandang rendah, menganggap aku tidak pantas untuk anaknya yang sudah mapan. namun laki-laki itu mengatakan bahwa itu hanya prasangka burukku saja.

dilain tempat. merasa ada yang aneh, mantan pacarku mencari tahu informasi mengapa aku begitu cepat mendapat laki-laki baru. singkat cerita diapun tahu kalo sebelumnya aku berselingkuh. diapun menghubungi laki-laki itu dan membongkar semuanya. 

laki-laki itupun tahu kalau aku menjadikannya selingkuhanku. dia marah besar. dan aku tau sejak saat itu kepercayaan antara kami sudah retak.

kami sering bertengkar, dia kembali menghubungi wanita lamanya. dan aku frustasi. aku yang dasarnya wanita yang posesif terhadap laki-laki yang kucintai semakin menjadi-jadi.

disaat hubungan kami seperti berjalan diatas es yang tipis yang sewaktu-waktu hancur, laki-laki itu mendapat tugas belajar di ibukota. kami LDR.

kami masih terus berkomunikasi, telfon setiap malam, berbagi cerita ini dan itu. aku semakin curigaan, semakin mencekiknya dengan perasaan curiga. dia tercekik. kami semakin banyak bertengkar.

2017 pertengahan tahun. kami LDR, untuk bertemu kami tidak mudah. juga setelah lulus kuliah aku berkerja disebuah yayasan dikota kecil. aku pun tak lagi tinggal di kota tempatku kuliah. ketika bertemu, kami bertemu di tengah antara ibukota dengan tempatku bekerja, ya... kota itu juga kota tempat kuliahku. kami bertemu disana. saat akhir pekan kami check in hotel. kurasa memang saat itu adalah saat paling bobrok dalam hidupku.

mantan pacarku mengetahui itu, dia tentu sering memperingatkanku untuk berhati-hati. jangan sampai melepas mahkotaku sebelum resmi menikah.

namun sepertinya mataku sudah dibutaan oleh obsesiku sendiri. obsesi tidak ingin melepaskanku. bodohnya aku yang berfikir bahwa dia tidak akan meninggalkanku ketika sudah kuberikan mahkotaku.

dihari ulang tahun ke 23 tahun aku melepaskan mahkotaku untuknya.

hubungan kami semakin membaik. dan aku semakin percaya diri dia tidak akan pergi meninggalkanku.

namun aku salah.

masih ditahun 2017, bulan-bulan setelah ulang tahunku. aku mendaftar beasiswa untuk program magisterku, dan disaat itu aku meminta bantuan mantanku. kami bersama-sama mengurus beasiswa bersama.

kebersamaanku dan mantanku ternyata menghancurkan kepercayaan laki-laki itu. memang sepenuhnya salahku. aku akui aku salah.

kami mulai bertengkar lagi, dan dia mulai menghubungi wanita lamanya. aku semakin frustasi, aku semakin gila. akupun membeberkan apa yang sudah kami lakukan kepas ibunya. tentu ibunya sangat terkejut bahkan sampai syok. kabarnya beliau sampai pingsan ditempatnya bekerja. kupikir ibunya akan membelaku. 

namun lagi-lagi aku salah. laki-laki itu menceritakan kepada ibunya bahwa aku berselingkuh dengan mantan pacarku. akupun dicap bukan wanita baik-baik saja dimata keluarga itu. dan ayahnya yang sejak awal tidak menyukaiku semakin melarang laki-laki itu berhubungan denganku.

kami terus bertengkar, sudah tidak ada kepercayaan antara kami. aku semakin mencekiknya dengan obsesi dan posesifku. dia tercekik. dia memintaku menyusulnya ke ibukota untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintainya.

bulan ramadhan tahun 2017 aku nekat naik kereta dari kota tempatku bekerja ke ibukota. 8 jam perjalanan kereta kutempuh seorang diri.

laki-laki itu menjemputku di pasar senen. aku dibawa k apartemen yang telah dia sewa. 7 hari aku disana. kami berencana kembali ke kampung halaman kami bersama-sama dari ibukota.

aku pikir semuanya sudah baik-baik saja hingga aku telat datang bulan. dia kembali curiga dan marah-marah. menganggapku hamil oleh mantan pacarku. gila. aku tidak pernah berhubungan dengan orang lain selain dia. namun lagi-lagi dia sama sekali tidak lagi percaya padaku.

dititik itu, saat itu bahkan aku sudah membulatkan tekad untuk bunuh diri. aku dititik terendah dalam hidupku.

tentu saja aku tidak hamil, nyatanya memang aku tidak berhubungan dengan mantanku. namun kepercayaan sudah tidak ada. ibarat meja berkaki tiga kehilangan satu kakinya. mustahil untuk bisa berdiri. disaat itu juga dia kmebali dekat dengan wanita lamanya.

kami terus bertengkar, hingga dipuncaknya dia memilih bersama wanitanya.

dia memutuskan pergi. memasang tembok tinggi hingga tak bisa kulewati. dia memblokir semua akses komunikasi.

aku kehilangan arah. aku berjalan tertatih kehilangan arah. aku mati rasa.

memaksa melupakan semuanya, memaksa untuk baik-baik saja, melanjutkan hidupku. mulai mencari kepingan-kepingan kesadaran. memulai hari yang baru tanpa menyelesaikan masa lalu.

namun dalam diriku yang paling sunyi aku masih berharap dia kembali. aku masih membayangkan skenario kami berpapasan entah bagaimana caranya. aku msih membayangkan kami bersama dan baik-baik saja menjalani hidup. hingga bahwa skenario terburuk un terbayang. entah bagaimana jika dia sakit hingga tak berdayapun aku akan kembali bersamanya. namun skenario itu hanya ada dikepalaku saja. nyatanya tidak pernah datang hari seperti itu.

aku hanya menunggu, kapan hari datangnya undangan atau bahkan hanya sekadar berita dia menikahi wanita itu. menunggu dan terus menunggu waktu untukku semakin tersakiti.

akhir 2018, dia mengirim sms. entah apa. aku sudah lupa. yang kuingat aku hanya membalasnya bahwa dia berhak bahagia. entah, meski diakhir perpisahan kami, aku bahkan mendoakan dia n keluarganya celaka, tapi saat dia sms waktu itu aku mengharapkan dia bahagia. mungkin aku memang kepala batu yang hatinya telah dibutakan oleh obsesiku padanya.

Desember 2018, aku pulang ke kampung halamanku. entah bagaimana aku naik bis dan tersasar. hingga aku harus transit dulu. disanalah aku bertemu bu icha. entah siapa. dan entah bagaimana. kami mengobrol menunggu bis kearah rumah kami. dan lagi-lagi entah bagaimana dia menceritakan bahwa laki-laki itu sudah menikah. bahkan dia sampai meceritakan nama wanita itu n nama ayah wanita itu.

aku kaget. ternyata dia tidak menikahi wanitanya. kata bu icha laki-laki itu dijodohkan orang tuanya. aku tersenyum getir. entah bagaimana, baik aku maupun wanita itu pada akhirnya tak ada yang bisa memiliki laki-laki itu.

Januari 2019, ada sms masuk. nomor baru. menanyakan kabar. tanpa mengatakannya pun aku tahu laki-laki itu yang mengirimkannya.

Waktu, adalah obat terbaik. berangsur-angsur sakit hatiku berkurang. frekuensi kemunculan pikiran-pikiran n perasaan tidak mengenakan itupun berangsur berkurang.

aku bahkan sempat megirimka chat whatsaap kepada ibunya ucapan selamat atas pernikahan laki-laki itu n sebait doa semoga mereka lekas diberi momongan. tentu tak ada balasan. hanya profilnya yang hilang, tanda nomorku telah diblokir.

aku menjalani hidupku, berbahagia dengan segala yang aku miliki. aku berdamai dengan diriku. berusaha kembali ke jalan Allah. bahkan aku mengikuti instagram wanita lamanya dengan second akunku. diapun mejalani hidupnya. hingga awal 2021 wanita itu kembali  ke kampung tempat halaman kami untuk menjadi abdi negara.

sebagai mana aku katakan diawal laki-laki itupun mutasi k kempung halaman kami. sekarang, kampung halaman kami jadi sedikit menyesakkan.

20 Juli 2021, wanita itu mengetahui second akunku. malam ini aku diblokir. tidak apa-apa. kami sama-sama baik baik saja.

untuk kamu laki-laki yang pernah ada dihidupku.

aku sudah selesai. aku ikhlas. aku akan berhenti sampai disini.

kamu pergi dan berbahagialah. aku yakin kamu akan jadi suami dan ayah yang baik untuk keluargamu.

aku pun akan mejalani hidupku dengan baik dan berbahagia sepenuh hatiku. kamu tidak perlu repot-repot khawatir dan menanyakan keadaanku. cukup diam dan jalani hidupmu dengan baik.

pergi dan berbahagialah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikolinguistik: Penyimpanan dan Retrieval Kata

Psikolinguistik: Produksi kalimat

analisis novel Memoar Dokter Perempuan karya Nawal El Sadawi dengan pendekatan sosiologi sastra